Cerita dewasa melayu anal updating phpbb through cpanel

Aku gesekin kemaluanku pada permukaan memeknya agak lama pula sampai kurasakan Rytha semakin bernafsu dengan nafasnya yang juga semakin memburu hingga payudaranya ikut bergerak-gerak.Dan ketika jariku kupakai untuk meraba celana dalamnya kurasakan celana itu telah begitu basah dan agak licin pula.Aku segera merubah posisi, sekarang Aku tiduran dan kepalaku kutempatkan berada diantara kedua pahanya sambil kuciumi pula paha yang gempal itu dengan ujung lidahku yang lama kelamaan ciumanku beralih kearah lekukan diantara kedua pahanya yang masih terbungkus oleh celana dalam yang terbuat dari kain nylon tipis itu.

cerita dewasa melayu anal-75

Tak lama kemudian kurasakan Rytha mulai bernafus dan mulai ikut terangsang pula oleh apa yang sedang Aku lakukan.Maka Aku segera mengikuti apa yang ia minta itu, batang kemaluanku segera kuarahkan tepat kecelah diselangkangannya yang masih terbungkus celana dalam warna hitam.Lalu kubelai bulu-bulunya itu sambil Aku sedikit menguakkan lipatan memeknya yang sangat merangsang hasrat birahiku itu.Setelah itu Aku dapat melihat liang memeknya yang masih kecil dan sempit berwarna pink kemerahan.Aku dibuat agak kaget juga serta Aku nggak nyangka sedikitpun cewek secantik dia akan melakukan hal itu padaku.

Tapi Aku segera menyembunyikan kekagetanku itu, malah Akupun nggak mau kalah dari dia.Namun diluar dugaanku, saat Aku lagi duduk santai sambil merokok, sementara Rytha masih tergolek diranjang dengan masih memakai celana dalam itu, tiba-tiba kurasakan tangannya yang lembut itu merogoh kecelana dalamku.Terus kurasakan jari-jari tangannya mulai memegang kemaluanku yang akhirnya kemaluanku itupun ia keluarkan dari celana dalamku kesamping. , punya Mas disamping gede juga panjang….,” katanya sambil kulihat tatapan matanya tak lepas dari batang kemaluanku itu.Lalu dia duduk disampingku, tapi kurasakan nih cewek duduknya kok rapet banget padahal sebelah sana masih lega dengan begitu bau parfum yang dipakainya bikin Aku tambah nafsu.Setelah pertemuan itu akhirnya kami berdua sering sekali berjalan berdua, padahal saat itu kami berduapun sudah memiliki kekasih.Saat tanganku meraba dan mulai mengusap-ngusap payudaranya seperti itu ternyata Rytha tak sedikitpun berontak, malahan kuarasakan dia sekarang ikut membantu tanganku untuk meremas-remas teteknya yang kurasakan pula mulai mengeras.